IDENTITAS DIRI PEREMPUAN DI FACEBOOK

  • Suprihatin Stikosa - AWS
Keywords: identitas, perempuan, media sosial, Facebook

Abstract

Era digital memberi peluang pada hadirnya nilai penting identitas. Identitas dianggap sebagai kunci eksistensi diri manusia utamanya di media sosial. Melalui identitas, seseorang dinilai, dihargai, dikenali. Melalui media sosial, teknologi memberi kemungkinan kepada manusia untuk mengendalikan aspek identitas yang ingin ditampilkan di ruang publik. Apa yang ingin disampaikan diseleksi, didekonstruksi, dipilih sebagaimana seseorang ingin dilihat. Sebagai sebuah platform media sosial, Facebook merupakan aplikasi paling populer baik di dunia maupun di Indonesia, sebagai sebuah aplikasi yang membuat penggunanya mengonstruksi citra dan identitas untuk dirinya. Dari penelitian yang pernah dilakukan, salah satu alasan orang menggunakan Facebook salah satunya adalah untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang lain yang ada dalam lingkaran pertemanannya. Menjadi menarik melihat bagaimana perempuan menampilkan identitas dirinya di internet. Hal ini didasari beberapa hasil penelitian bahwa perempuan lebih sering mengakses media sosial ketimbang laki-laki. Melalui metode analisis isi kualitatif, penelitian ini mencoba mengeskplorasi seperti apa perempuan menampilkan identitas dirinya di media sosial Facebook. Gambaran seperti apa yang diharapkan oleh para perempuan akan diterima oleh teman-temannya di media sosial. Serta bagaimana identitas itu ditampilkan. 

Kata kunci: identitas, perempuan, media sosial, Facebook

 

References

Denti, L., Barbopoulus, I., Nilsson, I., Holmberg, L., Thulin, M., Wendeblad, M., Davidsson, E. (2012). Sweden’s largest Facebook study. ResearchGate. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/254419705_Sweden’s_largest_Facebook_study.

Fahmi, Abu Bakar. 2011. Mencerna situs jejaring sosial. Jakarta: Elex Media Komputindo.
James, W. (1927). The principles of psychology. New York: Dover. (Original work published 1890).

Oyserman, D. 1993. The Lens of personhood: Viewing The Self, Others, and Conflict in a Multicultural Society. Journal of Presonality and Social Psychology, 65, 993-1009.
Oyserman, D. 2001. Self-concept and identity. In A. Tesser & N. Schwarz (Eds), Blackwell handbook of social psychology (499-518). Malden, MA: Blackwell.
Oyserman, D. 2008. Racial-ethnic self-schemas: Multi-dimensional identity based motivation. Journal of Research on Personality, 42, 1186-1198.
Oyserman, D. 2009b. Identity-based motivation and consumer behavior: Response to commentary. Journal of Consumer Psychology, 19, 276-279.
Oyserman, Daphna, Kristen Elmore & George Smith. 2012. Self, Self-Concept, and Identity. London: The Guilford Press.

Richter, K. (2013). Facebook. In Beginning iOS Social Games (pp. 245–258). Apress. https://doi.org/10.1007/978-1-4302-4906-1_13

Winter, Paul A. 1997. Computer and Society. San Diego: Green Haven Press.

Wood, Andrew F & Matthew J. Smith. 2005. Online communication: Linking Technology, Identity, & Culture. Mahwah: Lawrence Erlbaum Associates.
Supriadi, Asep. 2012. Kearifan Lokal Cerita Sangkuriang Menuju Ketahanan Bangsa. Jurnal Metasastra, Vol. 5 No. 1, 1-10.


https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/11/03/usia-20-29-tahun-domniasi-pengguna-facebook-di-indonesia. Diunduh pada tanggal 31 Oktober 2018.

https://www.liputan6.com/tekno/read/2926217/indonesia-negara-ke-4-dengan-pengguna-facebook-teraktif-di-dunia. Diunduh pada tanggal 31 Oktober 2018.
Published
2019-06-24