MOTIF DAN KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM MEME

  • Ahmad Kamal Abdul Jabbar UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: meme, internet meme, motif, media sosial

Abstract

Saat ini meme tengah menjadi tren ditengah masyarakat digital. Kerap dianggap sebagai media humor belaka, meme nyatanya bisa membuat sesuatu yang sederhana mendadak menjadi terkenal. Hal ini menunjukkan betapa masifnya jumlah pengguna dan penikmat meme. Lantas apa yang menjadi motif kegemaran itu dan bagaimana saja cara mereka mengekspresikan kecintaannya pada meme. Hasil riset menyatakan ada 3 motif besar mengapa para pengguna meme begitu menyukainya. Ketiganya adalah motif pengalihan, motif identitas personal, dan motif eksistensi diri. Cara mereka mengekspresikan diri dalam ber-meme terbagi atas 3, yakni ekspresi aktif dimana pengguna secara aktif membuat meme dan menyebarkannya. Kedua adalah ekspresi semi-aktif dimana para pengguna hanya menikmati meme yang sudah ada dan membagikannya ulang. Ketiga ialah ekspresi pasif dimana pengguna hanya mengonsumsi meme murni hanya untuk diri mereka sendiri tanpa aksi mengkreasikan ulang atau hanya sekedar berbagi.

References

Brodie, Richard. 2014. Virus Akalbudi Virus of the Mind, cetakan ketiga. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Buchel, Branislav. 2012. Internet Memes as Means of Communication. Brno: Masaryk University.
Daft, Richard L. 2003. Manajemen, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Danesi, Marcel. 2010. Semiotika Media. terj. Gunawan Admiranto. Yogyakarta: Jalasutra.
Dawkins, Richard. 1967. The Selfish Gene. New York: Oxford University Press.
Diaz , Carlos Muricio Castano. 2013. Defining & Characterizing the Concept of Internet Meme. Copenhagen: University of Copenhagen.
Hamalik, Oemar. 1992. Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung: CV Mandar Maju.
Littlejohn, Stephen W. 2011. Theories of Human Communication. Illinois: Waveland Press, Inc.
Moleong, Lexy. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Prayitno, Elida. 1989. Panduan pengajar buku motivasi dalam belajar. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK.
Purwanto, M. Ngalim. 2004. Psikologi Pendidikan, Cet. 20. Bandung: Rosda Karya.
Silalahi, Ulber. 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sperber, Dan. 1996. Explaining Culture A Naturalistic Approach. Massachusetts: Blackwell Publishing.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Uno, B. Hamzah. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Published
2019-06-24