PENYIMPANGAN TINDAKAN KOMUNIKATIF HABERMAS DALAM CERPEN “SENSASI SELEBRITI” KARYA SIRIKIT SYAH

  • Fafi Inayatillah Universitas Negeri Surabaya
  • Abdul Muhaiminul Aziz Stikosa-AWS
Keywords: penyimpangan, klaim dalam teori tindakan komunikatif Habermas, cerpen “Sensasi Selebriti”

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi penyimpangan tindakan komunikatif yang dilakukan oleh tokoh Amir dalam cerpen “Sensasi Selebriti”. Penyimpangan tersebut mengakibatkan tidak terwujudnya komunikasi berdasarkan teori tindakan komunikatif Habermas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diperoleh  dengan cara membaca dan memahami isi teks. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Selanjutnya, data penelitian ini dianalisis berdasarkan penyimpangan tindakan komunikatif versi Habermas dengan tolak ukur, kebenaran, ketepatan, kejujuran, dan komprehensibilitas/kesepakatan. Hasil penelitian ini menunjukkan tokoh Amir dalam cerpen ini telah melakukan penyimpangan terhadap empat klaim teori tindakan komunikatif Habermas. Akibat penyimpangan tersebut komunikasi dalam tim redaksi  tidak berjalan efektif. Kesepakatan yang terjadi dalam kisah cerpen ini penuh dominasi kekuasaan sehingga masyarakatnya belum menunjukkan masyarakat komunikatif. Kondisi ini menggambarkan kritik penulis terhadap kondisi media pasca-Orde Baru yang dikuasi pemilik modal, informasi diproduksi berdasarkan kepentingan pasar.

Kata kunci: penyimpangan, klaim dalam teori tindakan komunikatif Habermas, cerpen “Sensasi Selebriti”

References

Habermas, Jurgen. 1987. The Theory of Communicative Action. Boston: Beacon Press.

Hardiman, F. Budi. 2009. Menuju Masyarakat Komunikasi. Yogyakarta: Kanisius.

Syah, Sirikit. 2007. Sensasi Selebriti” dalam Sirikit Syah. Sensasi Selebriti. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Thaniago, Roy. 2015. Orde Media: Sebuah Pengantar. Dalam Arief, Yovantra dan Wisnu Prasetya Utomo (eds). Orde Media: Kajian Televisi dan Media di Indonesia Pasca-Orde Baru. Yogyakarta: INSIST.

Tukan, Berto. 2015. Polusi Bisnis di Udara Indonesia. Dalam Arief, Yovantra dan Wisnu Prasetya Utomo (eds). Orde Media: Kajian Televisi dan Media di Indonesia Pasca-Orde Baru. Yogyakarta: INSIST.

Artikel dari website dengan nama penulis :

Audivax. (2007). Fenomenologi Kisah dari Sirikit Syah. Diakses dari https://sirikitsyah.wordpress.com/2008/11/04/fenomenologi-kisah-dari-sirikit-syah/,

Prahassacitta, Vidya. (2016). Kebebasan Pers yang Kebablasan: Ketidakberimbangan Pemberitaan. Diakses dari http://business-law.binus.ac.id/2016/04/26/kebebasan-pers-yang-keblabasan-ketidakberimbangan-pemberitaan/

Syah, Sirikit. (2018, November 1). Fungsi Utama Media; Sampaikan Informasi. MediaWatch, (online), Diakses dari https://sirikitsyah.wordpress.com/mediawatch/fungsi-utama-media-sampaikan-informasi/

Artikel dari website tanpa nama penulis :

Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia. (2018, November 1). Diakses dari https://prahumvii.files.wordpress.com/2014/11/kode-etik-jurnalistik-wartawan-indonesia-pwi.pdf,

Jurnal Cetak :

Inayatillah, Fafi dan Abdul Muhaiminul Aziz. 2018. The Media as a Stakeholder in Indonesian Growth: A Representation Reading of the Social Impacts of the Press in Sirikit Syah’s “Sensasi Selebriti”. Makalah disajikan dalam The 11th International Indonesia Forum Conference, 16 Juli 2018, Salatiga.

Jurnal online :

Ayu, Aning Kusumawati. (2012). “Cerpen Gendhis karya Abidah El Khaliqy dalam Perspektif Tindakan Komunikasi Harbemas”. Jurnal Ilmiah kebahasaan dan Kesastraan Widyaparwa, Volume 40, No. 1, Diakses dari https://anzdoc.com/dalam-perspektif-tindakan-komunikatif-habermas-.html

Herlina, Andi. (2017). Penyimpangan Tindakan Komunikasi Habermas dalam Novel “Di Balik Kerling Saatirah” Karya Niknik M. Kuntoro. Jurnal Saweridaging, Vol.23 No. 2, Diakses dari http://sawerigading.kemdikbud.go.id/index.php/sawerigading/article/view/228/292.

Published
2019-06-24