ANONYMOUS CHAT SEBAGAI DAMPAK MARAKNYA CYBERBULLY

  • Annisa Nurul Fitri Holle Holle Media Online
Keywords: Cyberbully, Anonymous chat, Whisper, kebebasan bersuara

Abstract

Pengguna internet di Indonesia mencapai 75,57 juta orang dan telah mencapai 82 juta orang dimana hampir 50% penggunanya adalah remaja berusia 15 – 22 tahun menurut Markplus Insight tahun 2013 dan Kemenkominfo tahun 2014. Dengan pengguna internet yang tinggi, Akamai Technologies, Inc., melaporkan pada 17 Oktober 2013 cyberbully di Indonesia merupakan yang tertinggi dengan angka 38%. Fakta ini meninggalkan dua pilihan: tetap menggunakan wadah online sebaik-baiknya –dengan kerja keras tentunya, atau meninggalkan aktivitas online sama sekali. Padahal, menurut Horney (1945), setiap orang itu pada dasarnya memiliki tiga kebutuhan dasar. Kebutuhan pertama adalah kebutuhan mendekati orang lain atau publik guna mendapatkan cinta atau pun pengakuan. Ini bisa berarti berbagi curhat (curahan hati). Kebutuhan kedua adalah menjauhi publik guna mendapat kebebasan dan kemandirian. Terakhir adalah kebutuhan menentang publik guna mendapatkan kekuasaan atau kekuatan. Hanya saja, mengingat internet merupakan hal yang tak mungkin ditinggalkan jika ingin tetap menjadi bagian dari dunia yang berkembang pesat ini, berkomunikasi melalui online dan jejaring sosial merupakan keharusan. Maka, tercipta lah wadah komunikasi bagi orang-orang yang rentan terhadap cyberbully: anonymous chat. Aplikasi yang tidak menyediakan fitur berbagi foto, video atau pun identitas personal. Dominasi pengguna anonymous chat yang rentan terhadap cyberbully, merupakan orang-orang berkepribadian introvert yang tak senang membagi identitas personal di depan publik melalui media sosial seperti Instagram atau Facebook. Karena pengguna merasa aman dari penghakiman massa dan memiliki kemerdekaan menyuarakan isi kepala. Data ini didapatkan setelah wawancara penulis dengan 20 pengguna Whisper (salah satu aplikasi anonymous chat).

Kata kunci: Cyberbully, Anonymous chat, Whisper, kebebasan bersuara

References

Buku
Baumeister, Roy F. The Self in Social Psychology. Psychology Press, 1999.
Horney, Karen. Our Inner Conflicts: A Constructive Theory of Neurosis. Norton, 1992.

Artikel dari website tanpa nama penulis
https://en.wikipedia.org/wiki/Disconnect_(film)
https://en.wikipedia.org/wiki/Whisper_(app)
http://cyberbullying.org/anonymous-postings-confession-secret-whisper

Jurnal cetak
Choria Y., (2014). Cyberbullying di Kalangan Remaja., Studi tentang Korban Cyberbullying di Kalangan Remaja di Surabaya.
Kowalski, R.M., Limber, S.P., & Agatston, P.W. (2008). Cyberbullying: Bullying in the digitalage. Oxford: Blackwell Publishing.
Published
2019-06-24