KHARISMA PENDAKWAH SEBAGAI KOMUNIKATOR

  • Athok Murtadlo Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Kharisma, Dakwah, Komunikator

Abstract

Kharisma pendakwah sebagai komunikator, Setiap dakwah  atau  seruan membutuhkan  juru  dakwah atau penyeru  dan yang dibutuhkan  oleh  seorang juru  dakwah  adalah unsur-unsur  gerakannya  dan semangatnya  yang tinggi  untuk  menyebarluaskan  ajaran-ajaran Islam  serta menumbuh  kembangkan dakwah.  Seorang  juru dakwah  mempunyai  pengaruh yang luar  biasa,  ia mendapat  kedudukan  sebagai tokoh  panutan  di dalam masyarakat.  Kedudukan  inilah yang  menjadi  konsekuensi bahwa  juru  dakwah harus memiliki  sifat-sifat  dan kepribadian  yang  baik sebagai  tuntutan  tanggung jawab  yang dipikul  oleh  seorang atau  sekelompok  juru dakwah  yang  memiliki kredibilitas  dan kompetensi  yang  mumpuni, agar  mampu  meraih kemajuan  dan hal-hal yang positif dalam melaksanakan kewajiban besar berdakwah. Dengan  demikian, seorang  juru  dakwah dalam  penyampaian  pesan atau materi  ceramahnya,  tentunya tidak  asal-asalan.  Akan tetapi  materi  ceramahnya disampaikan  dan disajikan  dengan  bahasa-bahasa yang  indah,  menarik dan memikat dengan sikap yang santun, ramah, bijaksana penuh hikmah, serta mudah dicerna dan diterima oleh mad’u atau masyarakat luas.

References

Ensiklopedi Nasional Indonesia, PT. Cipta Adi Pustaka, 1990
Pius A. Partanto, M. Dahlan Al-Barry, Kamus Ilmiah Populer,( Surabaya: Arkola, 1994).
Anthony Giddens, Kapitalisme Dan Teori Sosial Modern, (Jakarta: Universitas Indonesia (UI- Press) 1986) .
J. Rebiru, Dasar-Dasar Kepemimpinan, (Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1992).
Hamzah Ya’qub, Publisistik Islam, (Bandung: CV. Diponegoro, 1981).
Moch. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Prenada Media, 2004).
Musthafa Ar-Rafi’i, Potret Juru Dakwah, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2002).
Imam Muhammad Bin Isma’il Al-Bukhary, Kitab Shaheh Bukhari, (Beirut: Darul Fikr, 2008), Juz. II.
Asmuni Syukir, Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam, (Surabaya: Al-Ikhlas, 1983).
Al-Aliyy, Al Qur’an Dan Terjemahnya, (Bandung: CV. Penerbit Diponegoro, 2005).
Max Weber, The Theory Of Sosial And Economic Organization, (New York: The Free Press, 1964).
( http:// books. google.co.id/books), Diakses tanggal 8 mei 2009
M. Agus Budianto, Kharisma Dalam Kemimpinan Islam, (http://patalaku. Blogspot. com/2007/12/ kharisma-dalam-kemimpinan-Islam-oleh-m_10.html.) Diakses tanggal 3 Mar 2009
Edward Shils, , Kharisma, Orde And Status, dalam Amencam Sociological Review, 30 April 1965, (http:// books. google.co.id/books), Diakses tanggal 8 mei 2009
Edward Shils, hal. 206 & 390. (http:// books. google.co.id/books), Diakses tanggal 8 mei 2009
Ayub Ranoh, Kepemimpinan Kharismatis, hal. 63. (http:// books. google.co.id/books), Diakses tanggal 8 mei 2009
Bensman & Givant, Kharisma and Modernity; Use and Abuse of a Concept dalam Glassman & swatos, hal. 35. (http:// books. google.co.id/books), Diakses tanggal 8 mei 2009
Soemarsaid Moertono, Negara dan Usaha Bina Negara di Jawa Masa Lalu, Studi Tentang Masa Mataram II Abad XVI-XIX, (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1985), hal. 66-67.(http:// books. google.co.id/books), Diakses tanggal 8 mei 2009.
Abdur Rozaki, Menabur Kharisma menuai Kuasa; Kiprah Kiai dan Blater sebagai Rezim Kembar Kembar di Madura, ( Yogyakarta; Pustaka Marwa, 2004).
[http://ern-III-01/Achmad Mulyadi_ Aspek Feminitas Dalam Tarekat Naqsyabandiyah Muzhariyah Di Madura/pdf. hal. 4] Diakses Tanggal 10 mei 2009.
J. Rebiru, Dasar-Dasar Kepemimpinan, (Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1992).
Published
2019-06-24